Ilmu yang Berkaitan
dengan Perilaku Kelompok
Judul : Psikologi Kelompok
Tahun
Terbit : 2010
Tebal Buku : X+166 Halaman
Peresensi : Siti Ngarofatun Nadziroh
Psikologi kelompok adalah ilmu yang
berkaitan dengan perilaku kelompok. Pengertian kelompok dapat dilihat melalui beberapa sudut
pandang, dari segi persepsi, motifasi, tujuan, interpendensi, struktur, serta
dari segi interaksi. Pengertian kelompok dari segi persepsi berdsarkan asumsi
bahwa anggota kelompok sadar dan mempunyai persepsi bersama tentang hubungan
mereka dengan anggota lain. Pengertian didasarkan pada motivasi yaitu lebih
menitik beratkan pada adanya rewarding
dari kelompok terhadap individu-individu yang ada dalam kelompok. Pegertian
kelompok atas dasar tujuan adalah dilihat dari adanya tujuan dan memandang
kontak dalam kelompok. Pengertian kelompok dari segi interpendensi yaitu saling
bergantung satu dengan yang lain. Dengan mengesampingkan definisi kelompok
Forsyit memberikan pendapat bahwa kelompok pada umumnya mempunyai ciri-ciri interaksi,
struktur, tujuan, groupness,
unity. Sementara penulis cenderung berpendapat bahwa salah satu ciri kelompok
adalah suatu unity yang berkaitan dengan interpendensi dan kohesi.
Pada dasarnya seseorang masuk dalam
kelompok dengan tujuan memperoleh keuntungan baik yang bersifat psikologis
maupun nonpsikologis. Pada dasarnya tujuan seseorang masuk dalam kelompok terletak
di dalam maupun di luar kelompok yang bersangkutan. Dalam perkembangannya
Tuckman berpendapat bahwa forming,
storming, norming, performing, dan adjourning
tetap merupakan hal yang sangat menarik dan berguna untuk melihat perkembangan
kelompok.
Manusia sebagai makhluk sosial secara
alami akan mengadakan hubungan atau interaksi dengan orang lain. Interaksi
merupakan suatu keterampilan, sesuatu sebagai hasil belajarnya. Pada umumnya,
untuk melihat baik tidaknya hubungan sosial atau interaksi, metode yang paling
baik adalah sosiosmetri. Istilah sosiosmetri yaitu ukuran berteman. Pertama
kali dikemukakan oleh J.L. Morno (Higgins, 1982). Situasi interaksi anggota
satu dengan yang lain berbeda-beda, hal demikian berkaitan dengan kohesi
kelompok. Kohesi kelompok adalah
bagaimana para anggota kelompok saling menyukai dan saling mencintai satu
dengan yang lainnya.
Apabila kelompok telah terbentuk, maka
persoalan yang segera timbul adalah masalah struktur atau organisasi kelompok.
Struktur organisasi kelompok merupakan pola interaksi anggota kelompok. Suatu
kelompok memiliki sebuah tujuan yang mempunyai pengertian motivating power.
Artinya tujuan akan mendorong orang untuk mencapai tujuannya, demikian pula
dengan kelompok.
Tim merupakan sebuah kelompok dengan
ciri-ciri tertentu. Yaitu: Masing-masing anggota menyadari interpendensi yang
positif untuk mencapai tujuan bersama. Sementara itu mereka mengadakan
interaksi. Menyadari siapa yang masuk dalam tim dan siapa yang tidak masuk.
Mempunyai peran dan fungsi spesifik. Mempunyai limited life span keanggotaan.
Komunikasi merupakan dasar semua
interaksi manusia dan untuk semua fungsi kelompok. Perasangka merupakan
evaluasi kelompok atau seseorang yang mendasarkan diri pada keanggotaan orang
tersebut. Perasangka memiliki beberapa teori yaitu teori belajar sosial, yang
berdasarkan terbentuknya perasangka; teori motivasi yang berdasarkan pada
masalah motivasi bahwa perasangka berguna untuk mendapat kesejahteraan
seseorang; serta teori kognitif, sebagai dasar terbentuknya perasangka.
Bagaimanapun keadaan kelompok pada
umumnya ada yang memimpin. Seperti yang dikatakan Fiedler (1967:8) The leader is one who succeeds in getting
others to follow him. (Cowley dalam Hempil, 1953). Kepemimpinan merupakan
ciri-ciri aktifitas seseorang yang dapat mempengarauhi pengikutnnya serta
merupakan instrumen agar dapat melancarkan aktivitas untuk mencapai tujuan.
Dengan demikian, jelaslah bahwa keadaan kelompok dalam rangka mencapai tujuan
akan tergantung pula pada keadaan kepemimpinan seorang pemimpin.
Menurut
Steiner, salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian kelompok adalah sampai
sejauh mana produktivitas suatu kelompok. Produktifitas suatu kelompok akan
ditentukan oleh beberapa determinan, yaitu (a) apa yang dituntut oleh tugas (task demands), (b) sumber daya kelompok (resources), dan (c) prohaw dan Costanzo, 1985).
Konflik adalah suatu situasi dimana
dua orang atau lebih atau dua kelompok atau lebih tidak setuju terhadap hal-hal
atau situasi yang berkaitan dengan keadaan, keadaan yang antagonis.
Buku yang ditulis oleh Prof. Dr. Bimo
Walgito ini mencoba melihat keadaan masalah dari sudut pandang kelompok. Buku
ini mengupas mulai dari pengertian dan ciri kelompok, komunikasi maupun
prasangka dalam kelompok, hingga negoisasi untuk menyelesaikan kelompok konflik.
Buku karya Prof. Dr. Bimo Walgito ini
menggunakan bahasa sedehana dan komunikatif. Pada tiap babnya penulis
menjelaskan gagasannya secara rinci dan mendetail Serta disertai gambar. Namun
dalam menggunakan istilah-istilah asing penulis tidak menyertakan maknanya,
sehingga mempersulit pembaca.
Terlepas dari kritik, buku ini layak
sebagai buku nonteks pelajaran (buku pengayaan, buku referensi, atau panduan
pendidik). Khusus untuk mahasiswa buku ini dapat membantu untuk memahami
pengertian psikologi kelompok. Untuk itu selamat membaca!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar