Minggu, 15 Desember 2013

Rw=esensi B.Indonesia oleh Siti Ngarofatun Nadziroh




  
Ilmu yang Berkaitan dengan Perilaku Kelompok


                                              Judul                  : Psikologi Kelompok
Penulis               : Prof. Dr. Bimo Walgito       
Penerbit             : C. V ANDI OFFSET
 Tahun Terbit      : 2010
  Tebal Buku        : X+166 Halaman
  Peresensi           : Siti Ngarofatun Nadziroh


        
  Psikologi kelompok adalah ilmu yang berkaitan dengan perilaku kelompok. Pengertian  kelompok dapat dilihat melalui beberapa sudut pandang, dari segi persepsi, motifasi, tujuan, interpendensi, struktur, serta dari segi interaksi. Pengertian kelompok dari segi persepsi berdsarkan asumsi bahwa anggota kelompok sadar dan mempunyai persepsi bersama tentang hubungan mereka dengan anggota lain. Pengertian didasarkan pada motivasi yaitu lebih menitik beratkan pada adanya rewarding dari kelompok terhadap individu-individu yang ada dalam kelompok. Pegertian kelompok atas dasar tujuan adalah dilihat dari adanya tujuan dan memandang kontak dalam kelompok. Pengertian kelompok dari segi interpendensi yaitu saling bergantung satu dengan yang lain. Dengan mengesampingkan definisi kelompok Forsyit memberikan pendapat bahwa kelompok pada umumnya mempunyai ciri-ciri interaksi, struktur, tujuan, groupness, unity. Sementara penulis cenderung berpendapat bahwa salah satu ciri kelompok adalah suatu unity yang berkaitan dengan interpendensi dan kohesi.
          Pada dasarnya seseorang masuk dalam kelompok dengan tujuan memperoleh keuntungan baik yang bersifat psikologis maupun nonpsikologis. Pada dasarnya tujuan seseorang masuk dalam kelompok terletak di dalam maupun di luar kelompok yang bersangkutan. Dalam perkembangannya Tuckman berpendapat bahwa forming, storming, norming, performing, dan adjourning tetap merupakan hal yang sangat menarik dan berguna untuk melihat perkembangan kelompok.
         

          Manusia sebagai makhluk sosial secara alami akan mengadakan hubungan atau interaksi dengan orang lain. Interaksi merupakan suatu keterampilan, sesuatu sebagai hasil belajarnya. Pada umumnya, untuk melihat baik tidaknya hubungan sosial atau interaksi, metode yang paling baik adalah sosiosmetri. Istilah sosiosmetri yaitu ukuran berteman. Pertama kali dikemukakan oleh J.L. Morno (Higgins, 1982). Situasi interaksi anggota satu dengan yang lain berbeda-beda, hal demikian berkaitan dengan kohesi kelompok. Kohesi kelompok  adalah bagaimana para anggota kelompok saling menyukai dan saling mencintai satu dengan yang lainnya.
          Apabila kelompok telah terbentuk, maka persoalan yang segera timbul adalah masalah struktur atau organisasi kelompok. Struktur organisasi kelompok merupakan pola interaksi anggota kelompok. Suatu kelompok memiliki sebuah tujuan yang mempunyai pengertian motivating power. Artinya tujuan akan mendorong orang untuk mencapai tujuannya, demikian pula dengan kelompok.
          Tim merupakan sebuah kelompok dengan ciri-ciri tertentu. Yaitu: Masing-masing anggota menyadari interpendensi yang positif untuk mencapai tujuan bersama. Sementara itu mereka mengadakan interaksi. Menyadari siapa yang masuk dalam tim dan siapa yang tidak masuk. Mempunyai peran dan fungsi spesifik. Mempunyai limited life span keanggotaan.
          Komunikasi merupakan dasar semua interaksi manusia dan untuk semua fungsi kelompok. Perasangka merupakan evaluasi kelompok atau seseorang yang mendasarkan diri pada keanggotaan orang tersebut. Perasangka memiliki beberapa teori yaitu teori belajar sosial, yang berdasarkan terbentuknya perasangka; teori motivasi yang berdasarkan pada masalah motivasi bahwa perasangka berguna untuk mendapat kesejahteraan seseorang; serta teori kognitif, sebagai dasar terbentuknya perasangka.
          Bagaimanapun keadaan kelompok pada umumnya ada yang memimpin. Seperti yang dikatakan Fiedler (1967:8) The leader is one who succeeds in getting others to follow him. (Cowley dalam Hempil, 1953). Kepemimpinan merupakan ciri-ciri aktifitas seseorang yang dapat mempengarauhi pengikutnnya serta merupakan instrumen agar dapat melancarkan aktivitas untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, jelaslah bahwa keadaan kelompok dalam rangka mencapai tujuan akan tergantung pula pada keadaan kepemimpinan seorang pemimpin.
         



          Menurut Steiner, salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian kelompok adalah sampai sejauh mana produktivitas suatu kelompok. Produktifitas suatu kelompok akan ditentukan oleh beberapa determinan, yaitu (a) apa yang dituntut oleh tugas (task demands), (b) sumber daya kelompok (resources), dan (c) prohaw dan Costanzo, 1985).
          Konflik adalah suatu situasi dimana dua orang atau lebih atau dua kelompok atau lebih tidak setuju terhadap hal-hal atau situasi yang berkaitan dengan keadaan, keadaan yang antagonis.
          Buku yang ditulis oleh Prof. Dr. Bimo Walgito ini mencoba melihat keadaan masalah dari sudut pandang kelompok. Buku ini mengupas mulai dari pengertian dan ciri kelompok, komunikasi maupun prasangka dalam kelompok, hingga negoisasi untuk menyelesaikan kelompok konflik.          
          Buku karya Prof. Dr. Bimo Walgito ini menggunakan bahasa sedehana dan komunikatif. Pada tiap babnya penulis menjelaskan gagasannya secara rinci dan mendetail Serta disertai gambar. Namun dalam menggunakan istilah-istilah asing penulis tidak menyertakan maknanya, sehingga mempersulit pembaca.
          Terlepas dari kritik, buku ini layak sebagai buku nonteks pelajaran (buku pengayaan, buku referensi, atau panduan pendidik). Khusus untuk mahasiswa buku ini dapat membantu untuk memahami pengertian psikologi kelompok. Untuk itu selamat membaca!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar