Nama : Mukaroji
Jurusan : Tasawuf Psikoterapi
NIM : 2833133038
Judul : Ulumul Qur’an
Nama
penulis : Dr. Usman, M. Ag
Editor : Dra. Hj. Lubna, M. Pd
Lay
out : Sayfullah
Desain
cover : Srawanto
Tahun
terbit : 2010
Tebal
halaman :
Harga : 30.000
Buku Ulumul Qur’an ini terbit
pada bulan Mei tahun 2010 yang terdiri dari 9 Bab. Bab I adalah Ulumul Qur’an
dan perkembangannya, Bab II Nuzul Al-Qur’an, Bab III Asbab Al-Nuzul, Bab IV
Munasabah Al-Qur’an, Bab V Makkiyah dan Madaniyyah, Bab VI Muhkam dan Mutasyabih,
Bab VII Nasikh-Mansukh dalam Al-Qur’an, Bab VIII I’jaz Al-Qur’an, Bab IX
Tafsir, Takwil dan Tarjamah.
Bab I merupakan uraian tentang
pengertian ulama Al-Qur’an. Kata ‘ulum
al-qur’an dalam bahasa Arab adalah termasuk Murakkab Idlafi. Kata ‘ulum itu
sendiri adalah bentuk jama’ dari kata ‘ilm
adalah bentuk masdar dari kata ‘alima, ya’lamu, yang maknanya sama dengan
kata al-fahmu, al-ma’rifah dan al-yaqin. Oleh karena itu, ungkapan
‘ulum al-qur’an tersebut telah menjadi nama bagi suatu di siplin ilmu dalam kajian
islam. Secara etimologi, ungkapan ini berarti ilmu-ilmu al-qur’an. Sedangkan pengertian‘ulum al-qur’an secara terminology
adalah dapat di kemukakan beberapa batasan pengertian yang di tampilkan oleh para
‘ulama baik klasik maupun kontemporer. Hubungan‘ulam al-qur’an dengan tafsir al-qur’an. Berangkat dari batasan-batasan
pengertian ‘ulama sebagai mana telah di kemukakan, maka jelaslah bahwa tafsir merupakan
salah satu bagian dari ‘ulum al-qur’an.
Oleh karena itu, sudah pasti bahwa antara keduanya memiliki hubungan yang erat,
yang tidak dapat dipisahkan satusama lain. Pertumbuhan dan perkembangan ‘ulum
al-qur’an, Rasulullah saw dan parasahabatnya adalah orang yang paling dianggap banyak
pengetahuannya tentang al-qur’an, karena Rasulullah mengatahui secara pasti makna
al-qur’an baik yang tersurat maupun yang tersirat. Sedang para sahabat sendiri adalah
orang-orang yang sangat “ambisi” dan bersemangat untuk mengetahui dan memahami kandungan
al-qur’an. Karena mereka berusaha menggali dan menangkap yang tersimpan sesuai kemampuan
mereka melalui perkataan, perbuatan. Bila para
sahabat mengalami kesulitan dalam memahami mengenai al-qur’an. Sebagian
besar dari sahabat Rasul adalah terdiri dari orang-orang yang butahuruf (ummi). Rasulullah sendiri melarang parasahabatnya
menulis suatu yang diterima dari beliau selain dari al-qur’an. Karena mareka mempunyai
kemampuan lebih, baik dalam hal ketajaman kecerdasan maupun kekuatan ingatan dan
dzauq (rasa bahasa) serta kamurnian bahasa
yang mereka miliki, sehingga tingkat pemahamannya secara langsung terhadap
al-qur’an menjadi lebih berkesan dan mendalam. Kegairahan dan keinginan untuk manjadi pembukti sebagai realitas kehendak
Allah yang azali dalam memelihara mengabadikan al-qur’an, yakni dengan cara malaksanakan
penelitian terhadap ilmu-ilmu ma’rifat yang terkandung di dalamnya. Semata-mata
atas dasar pengabdian mereka terhadap ummat islam dari generasi kegenerasi berikutnya.
Dalam rangka menjunjung tinggi ilmu yang mereka miliki dengan maksud menyeberkannya
secara tertulis di kalangan kaum muslimin. Awal mula munculnya istilah ‘ulum
al-qur’an sebagainama suatu ilmu. Sebagai istilah bagi suatu ilmu yang bersifat
menyeluruh dan konprehensif tidaklah lahir sejak mulai tumbuh dan berkembangnya
ilmu, tetapi mengalami proses dan perkembangan yang cukup panjang. Sehingga sampai
kepada suatu penamaan yang murni.
Bab II memaparkan pengertian
Nuzul al-qur’an dan tahapan turunnya. Yaitu bermula dari kata “Nazala” yang
berartikan meluncur dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Secara etimologi
berarti singgah atau tiba di tempat tertentu. Sehingga kata singgah, mampir atau
tiba umpamanya.
Bab III berisi pengertian
Asbab al-Nuzul dan ilmu Asbab al-Nuzul. Asbab adalah bentuk jama’ sabab yang
dalam bahasa Indonesia biasa di artikan sebab, alasan, motif, latar belakang dan
lain-lain. Kata sabab dan asbab adalah termasuk kalimat musytarak yang mempunyai beberapa arti pengertian asbab al-nuzul secara
etimologi. Sedangkan secara terminology dapat di kemukakan batasan pengertian
yang berhasil di formulasikan oleh paraulama. Atas dasar itulah, maka yang di
maksud dengan ilmu asbab al-nuzul ialah ilmu yang di ketahui sebab turunya suatu
ayat atau beberapa al-qur’a, yang hanya dapat di peroleh melalui riwayat parasahabat,
baik yang dialaminya secara langsung. Karena itu, segala apa yang di ketahui tentang
sebab-sebab turunya al-qur’an diperoleh melalui mereka, bardasarkan keimanan,
ketakwaan dan wara’annya. Tidak ada ilmu agama yang hilang dengan wafatnya mereka,
sekalipun menurut logika.
Bab IV membahas Munasabah
al-Qur’an. Pengertian ini dalam etimologi (bahasa) munasabah dapat berarti cocok, patut, sesuai. Dari kata munasabah ,diambilah kata nasib yang
berarti kerabat dekat yang garis keturunanya masih bersambung. Secara terminology
(istilah) munasabah di definisikan sebagaiilmu
yang membahas hikmah korelasi urutanayat al-Qur’an atau dalam redaksi yang
lain, dapat di katakan suatu usaha pemikiran manusia dalam menggalir rahasia hubungan
antar ayat dengan ayat atau suruh dengan surah yang dapat di terima oleh rasio.
Pada bab V ini menjelaskan
apa itu Makkiyyah dan Madaniyyah, makiyyah yaitu surah-surah dan atau ayat-ayat
al-Qur’an yang di turunkan kepada Nabi baik sebelum beliau berhijrah ke Madinah
atau sesudahnya. Sedang al Madaniyyah ialah surah-surah atau ayat-ayat
al-qur’an yang di turunkan di Madinah dan daerahnya, termasuk ke dalam kelompok
ayat adalah ayat-ayat yang di turunkan pada saat Nabiberada di Badar, Uhuddan
lain.
Bab VI menjelaskan pengertian
Muhkam dan Mutasyabih. Kata “muhkam” dan
“mutasyabih” adalah bentuk mu’anas untuk
mensifati kata yang juga mu’anas. Secara etimologi
yang berarti kekukuhan, kesempurna’an, keseksama’an, dan pencegahan. Secara terminology yaitu redaksi dan ungkapan
yang di tampilkan di kalangan para Ulama’.
Bab VII menjelaskan tentang
pengertian Nasikh dan Mansukh. Dalam al-Qur’an secara etimologi ada kesepakatan Ulama’ mengenai pengertian kata nask secara
eimologi mengemukakan arti nasakh dalam
beberapa makna yaitu: menghilangkan, memindahkan, mengganti, membatalkan, dan pengalihan.
Secara terminology yaitu bahwa suatu ketetapan
hukum yang di tetapkan berdasarkan suatu kondisi tertentu telah menjadi Mansukh apabila ada
ketentuan lain yang berbeda, akibatadakondisi lain.
Bab VIII menjelaskan tentang
pengertian I’jaz. Secara Normatif I’jaz
adalah ketidak mampuan seseorang melakukan suatu yang merupakan lawan dari ketidak berdaya’an. Secara terminology Ilmu al-Qur’an adalah menampakan
kebenaran Nabi dengan menampakkan kelemahan orang-orang Arab untuk menandinginya
atau menghadapi Mukjizat yang abadi.
Bab IX menjelaskan tentang
pengertian Tafsir, Ta’wil, dan Tarjamah. Secara terminology Tafsir adalah
(penjelasan). Sedang Ta’wil secara etimologi
yaitu“menerangkan” dan “menjelaskan”. Tarjamah secara etimologi yaitu menyampaikan,
menjelaskan, dan menterjemahkan.
Buku ini disajikan dalam
diktat dan juga system penulisanya bertolak dari silabus dan kurikulaum yang
berlaku, sehingga para pembaca lebih mudah untuk memahami isi buku tersebut. Selain
itu buku tersebut berdasarkan reverensi yang digunakan menurut silabus dan kurikulum
yang berlaku diantaranya: al-itqan fi ulum al-qur’an karya imam al-suyuthi,
Manahil al-irfan fi ulum al-qur’an karya Dr.Subhi al-shahih, al-Burhan fi ulum
al-qur’an karya Imam Badruddin al-Zarkashi serta Mabahits fi ulum al-qur’an
karya Manna Khalil al-Qaththan dan lain-lain. Sehingga dijadikan bahan perbandingan,
menambah kejelasan dan sebagai penunjang pengembangan dalam pembahasan materi-materi
yang disajikan.
Dalam buku ini ada beberapa
penulisan yang tidak benar. Seharusnya al-qur’an tetapi di buku ini tertulis
al-qufan. Buku ini menggunakan kertas putih yang dapat menyilaukan bagi pembaca.
Dibagian sampul buku tidak terdapat judul buku yang sedikit menyulitkan dan mengurangi
minat pembaca. Buku ini membantu siapa saja ummat islam yang hendak memahami secara
mendasar di siplin ilmu yang sangat penting. Untuk itu penguasaan bahasa ini mutlak
di perlukan bagi siapa saja yang hendak memahami dan mendalami al-qur’an.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar