Minggu, 15 Desember 2013

Resensi Bahasa Indonesia oleh Wiji Istikomah



SEJARAH HERMENEUTIK 
DARI PLATO SAMPAI GADAMER


         
      
                              Judul Buku : Sejarah Hermeneutika dari Plato sampai Gadamer
Nama Penulis : Jean Grondin
Nama Penerbit : AR-RUZZ MEDIA
Tebal Halaman : 284 halaman

      Sejarah hermeneutika yang ada dalam buku ini adalah sejarah penulisan sumber-sumber penulisan hermeneutik beserta hiruk-pikuknya di antara para tokoh pendiri dan pengembang hermeneutik itu sendiri. Sejarah hermeneutika yang menjadi bahasan utamanya bukanlah sjarah pembentukan hermeneutika, tapi sejarah bagaimana sumber-sumber hermeneutika itu terbentuk dari mengalami berbagai perdebatan yang seru di antara para tokoh pendiri dan pengembang itu sendiri. Karena itu, dalam buku ini terdapat berbagai perdebatan dan kritikan yang bukan hanya dalam konteks bagaimana hermeneutika itu dibuat dan diciptakan, tapi bagaimana saling kritik mewarnai gaya penulisan dan bahkan sistematika penulisan sebuah buku yang menjadi magnum opus dari masing-masing tokohnya. Bahkan persoalan politik di balik penyusunan sebuah buku hermeneutik pun menjadi bahan sorotan dan kritikan yang saling memberi pengaruh yang sangat signifkan.
      Dari Plato, Martin Heigdegger, Edmund Husserl, hingga Hans-Georg Gadamer persoalan hermeneutika ini mendapatkan jalan-jalan rekontruksi-konstruksi, dekonstruksinya hingga membentuk lingkaran perdebatan tidak pernah habisnya. Bagaimana serunya kajian ini, tentu Anda harus melacaknya seperti dengan membaca secara detail apa yang menjadi dukungan buku ini. Silahkan berkerut dan berperas nalar untuk memahami secara utuh buku ini, karena memang pada dasarnya hermeneutika meminta kerutan dan perasaan nalar seperti itu. Tanpa itu, silahkan Anda tutup buku dan jangan pernah lagi berpikir dan memikirkan apa itu hermeneutika.
      Buku ini keseluruhan isinya bagus. Penggunaan bahasa ilmiah pada tingkatan yang lebih tinggi menandakan bahwa penulisnya memiliki otoritas ilmiah yang tinggi, Buku  ini dilengkapi indeks dan footnote sebagai bukti bahwa dalam penulisan buku ini didukung oleh sumber-sumber yang ada. Buku ini juga menggunakan alphabet yunani beserta terjemahannya karena sumber kajiannya berasal dari filsafat yunani. Secara segi fisik, buku ini sudah bagus cetakan tulisannya, kertasnya dan dilengkapi desain sampul yang menarik, bernilai artistik  serta sesuai dengan isinya.
       Namun buku ini juga memiliki beberapa kelemahan yaitu, buku ini tidak dilengkapi dengan biografi penulis yang mampu memperkenalkan  penulis kepada para pembaca. Buku ini juga tidak dilengkapi daftar pustaka, sehingga menyulitkan para pembaca untuk mengetahui sumber-sumber kajian dari buku ini karena mengharuskan pembaca untuk membuka lembar demi lembar untuk membaca footnotenya. Pada beberapa bagian, ada beberapa paragraf yang sangat gemuk yakni paragraph memenuhi satu halaman penuh. Bahasa yang digunakannya pun sulit dipahami para pembaca yang mulai belajar tentang ilmu hermeneutika. Isinya pun banyak menguras tenaga pikiran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar