Jumat, 13 Desember 2013

RESENSI B.INDONESIA OLEH ONE MAHFIDA PRACYNTIA M Nim: 2833133045




Anak Hiperaktif



Judul                :Cara Cerdas Menghadapi Anak
                          Hiperaktif dan Gangguan Konsentrasi
Penulis             : Ferdinand Zaviera
Penerbit           : Kata Hati
Kota Terbit      : Yogyakarta 
Tahun Terbit    : 2012
Tebal Buku      : 184 halaman
Harga Buku     : -

                                               






Anak yang sehat dan normal adalah dambaan setiap orangtua, namun jika harus menghadapi kenyataan bahwa anaknya mengalami ketidaknormalan dalam bentuk perilaku, bentuk fisik, maupun dalam hal mentalnya, tentu setiap orangtua akan merasa sedih bercampur cemas dan takut bahwa anaknya tidak akan mampu menghadapi kehidupan ini dengan baik. Hal ini tentu membutuhkan sebuah pengetahuan yang tepat dan terarah agar orangtua bisa  mendidik anaknya dengan baik. Tidak terkecuali dalam hal ini adalah pengetahuan tentang gangguan hiperaktif.
Anak hiperaktif, anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas (GPPH) atau attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD). Kondisi ini juga disebut sebagai gangguan hiperkinetik. Dahulu kondisi ini sering disebut minimal brain dysfunction syndrome. Gangguan hiperkinetik, gangguan pada anak yang timbul pada masa perkembangan dini (sebelum berusia 7 tahun) dengan cirri utama tidak mampu memusatkan perhatian, hiperaktif, dan impulsive. Ciri perilaku ini mewarnai berbagai situasi dan dapat berlanjut hingga dewasa. Apabila gangguan hiperakinetik (ADHD) tidak diobati maka akan: menimbulkan hambatan penyesuaian perilaku sosial dan kemampuan akademik di lingkungan rumah dan sekolah, sehingga dapat mengakibatkan perkembangan anak tidak optimal dengan timbulnya gangguan perilaku dikemudian hari.
Anak aktif memiliki kecenderungan  menjadi anak cerdas. Sedangkan si hiperaktif menunjukkan adanya disfungsi neurologis. Hiperaktif merupakan turunan dari Attention Deficit Hiperactivity Desorder atau ADHD. Gangguan ini disebabkan kerusakan kecil pada system saraf pusat dan otak sehingga rentang konsentrasi penderita menjadi sangat pendek dan sulit di kendalikan.
Bila anak anda hiperaktif,  terimalah kondisi anak. Bila sudah dapat menerima kondisi anak, orangtua akan lebih baik dalam melakukan penanganan selanjutnya. “Sadari bahwa anak bukan ingin seperti itu melainkan kondisi otaknya yang sudah demikian sehingga muncul perilaku yang kurang positif.  Curhat pada seseorang yang dianggap bisa membantu, meski sekedar untuk mendengarkan cerita, sedikit banyak dapat meringankan beban masalah. “Curhat terkadang bisa menjadi sarana  cooling down bagi orangtua sehingga tindakan yang dilakukan lebih lanjut bisa berjalan dengan baik”.
Gangguan hiperaktivitas sebenarnya baru terdeteksi jelas saat anak berusia empat tahun atau di usia-usia awal sekoalah. Jika orangtua memiliki kecurigaan mengalami gangguan hiperaktivitas, jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Sebaiknya amati terus perkembangannya dan bandingkan dengan anak sebayanya. “Sangat baik bila berkonsultasi pada psikologi anak.
Karena itu, setiap orangtua harus memahami dan mengerti apa dan bagaimana gangguan hiperaktif dan konsentrasi ini, sehingga saat anaknya menampakkan gangguan seperti ini, orangtua bisa langsung tanggap dan memberikan langkah-langkah yang tepat dan benar. Sebab, selama ini orangtua yang tidak paham dengan gejala-gejala tersebut seperti mencap anaknya adalah anak idiot. Padahal sikap seperti itu harus memperarah perkembangan fisik anak nanti.  

·         Kelebihan buku :
Tema yang menarik diberikan penulis dilengkapi isi dan judul yang bagus. Penulisnya yang berkompeten dibidangnya sehingga bukti data yang diberikan bersifat akurat. Penyusunan buku yang sistematis memudahkan pembaca untuk memahaminya. Desain cover yang menarik mampu mengesampingkan tema-tema yang selama ini dirasakan menakutkan dan dikeluhkan oleh para orangtua selama ini.

·         Kelemahan buku:
Buku ini menggunakan istilah-istilah ilmiah yang sulit dipahami masyarakat umum, serta singkatan-singkatan senyawa kimia. Dilihat dari segi cetakannya, terjadi beberapa kali kesalahan teknis. Yaitu pada halaman 58, 146, dan 167 berupa halaman kososng. Peletakan daftar isi pada halaman 72-77 dan 111-119 perbedaan penjilidan bukunya pun kurang kuat perekatnya, sehingga lembaran-lembarannya mudah lepas.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar