JALAN UNTUK MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH
Rika Sulistiani (2833133047)
Judul Buku : Terjemahan Maroqil
‘Ubudiyah
Nama Penulis :
Asy Syeikh Muhammad an Nawawy al Jawi
Nama Penerbit :
Mutiara Ilmu, Surabaya
Tahun Terbit :
2010
Tebal halaman :
XXVII+254 halaman , 14,5 x 20,1
Harga :
36.000,-
Jalan Allah merupakan sebuah ilmu
yang memiliki permulaan Syariat dan Thariqat, serta memiliki akhir yang
dinamakan Hakikat. Syariat adalah hukum-hukum yang di
sampaikan Rasulullah dari Allah berupa hal-hal yang wajib, sunah, haram, makruh
dan mubah. Thariqat adalah
mengamalkan hal-hal wajib dan sunah, meninggalkan hal-hal yang dilarang yang
mubah dan berlebihan, serta berhati-hati
(berlaku wara’) dan melatih diri dengan tidak tidur, lapar, dan diam. Hakikat adalah memahami hakikat segala
sesuatu seperti menyaksikan nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan Dzat
dan rahasia Al-Qur’an, rahasia-rahasia larangan, kebolehan dan ilmu-ilmu ghaib
yang tidak bisa diperoleh dari seorang guru, melainkan dipahami dari Allah.
Jadi syariat ibarat kapal yang
berlayar, thariqat ibarat lautan dan
hakikat adalah mutiaranya. Mutiara tidak bisa diperoleh, kecuali dalam laut dan
laut tidak dapat diarungi, kecuali dengan kapal. Syariat dinamakan adat, thariqat dinamakan ubudiyah dan hakikat
dinamakan ubudah.
Adab-adab untuk menuju jalan Allah
terbagi menjadi tiga. Pertama adab- adab dalam melakukan ketaatan yaitu iklas
dan mengosongkan diri dari cinta dunia. Dan yang termasuk adab ketaatan adalah
sebagai berikut: Adab dari bangun tidur yaitu bangun sebelum fajar dan
mengawali hari dengan berdzikir kepada Allah. Adab memasuki kamar kecil yaitu hendaknya
mendahulukan kaki kiri saat masuk dan kaki kanan saat keluar serta tidak
membawa sesuatu yang bertuliskan lafadz Allah. Adab-adab bersuci yaitu adab
berwudhu, adab mandi, dan adab bertayamum. Adab menuju Masjid dan Adab memasuki
masjid, yaitu saat akan memasuki masjid melepaskan sandal kiri lebih dahulu dan
meletakkan kaki kiri diatasnya, kemudian melepaskan sandal kanan dan dahulukan
kaki kanan saat melangkah memasuki masjid. Adab dari terbit dan tergelincirnya
matahari yaitu apabila matari telah tinggi dan lewat seperempat siang maka di
sunnahkan sholat dhuha, setelah itu menggunakan waktu untuk menuntut ilmu
agama. Adab ketikat tidur yaitu tidur dengan menghadap kiblat, tidur dengan
keadaan suci, dan tidur dalam keadaan tobat. Adab dalam beribadah yaitu adab
ketika sholat, adab Imam dan Makmum ketika solat berjam’ah, adab sholat jum’at.
Adab ketika berpuasa yaitu menjaga mata dan lisan dari yang diharamkan.
Kedua adalah adab-adab dalam
meninggalkan maksiat yaitu menjaga tubuh dari memandang yang bukan mahramnya,
menjaga mata dari memandang aurat wanita, walaupun mahramnya. Menghindari kedurhakaan
hati antara lain adalah hasad, kikir, menyukai nikmat dunia, sombong, riya’,
dan dusta.
Ketiga adalah Adab bergaul dengan
sang khaliq dan sesama yaitu memperbanyak diam dan dzikrullah, sedikit
menyanggah takdir, menenangkan anggota badan dari gerakan sia-sia, memusatkan
perhatian kepada Allah dan tunduk serta takut
kepada Allah. Adab seorang guru yaitu tidak terburu-buru dalam melakukan
sesuatu, tidak bersikap sombong kepada semua orang, menunjukkan kasih sayang
kepada murid, tunduk kepada kebenaran dan mengutamakan tawadhu’. Adapun adab
siswa adalah sedikit bicara saat di beri pelajaran oleh guru, tidak berburuk
sangka kepada guru, tidak menyanggah pendapat guru dan memberi salam ketika
bertemu dengan guru. Adab kepada orang tua yaitu mendengarkan perkataan mereka,
mematuhi perintahnya, tidak mengeraskan suara melebihi suara kedua orang tua,
tidak bermuka cemberut kepada orang tua dan berusaha untuk mencari keridhaan
orang tua. Adab dalam persahabatan yaitu menolong dengan iklas teman yang
membutuhkan bantuan, menyimpan rahasia yang disampaikan temannya, menyampaikan
sesuatu yang menyenangkan
Kelebihan dari buku ini adalah
pembahasanya singkat dan padat, kertas yang di gunakan untuk cover buku tebal
dan menarik, kertas yang di gunakan
untuk materi di hias sehingga menarik dan saat membacanya tidak terlalu bosan.
Kekurangan Buku ini adalah banyak
mengunakan syair-syair yang sulit di pahami dan tidak ada catatan kakinya jadi
tidak tahu apakah kutipan atau bukan, dan jika kutipan tidak tau di kutip dari mana.
Sebaiknya kita membaca buku ini
karena dalam buku ini kita bisa mengetahui jalan menuju Allah beserta perincian
adab-adabnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar