RESENSI B. INDONESIA OLEH AHMAD SODIQ
PEMBELAJARAN ILMU ISLAM
PEMBELAJARAN ILMU ISLAM
AHMAD SODIQ
(2833133063)
TASAWUF PSIKOTRAPI
Judul buku : pengantar studi islam
Nama penulis :
Ngainun Naim
Nama penerbit :
Gre Publishing
Kota terbit : Yogyakarta – Indonesia
Tahun terbit : Oktober 2011
Tebal halaman :
227 halaman
Harga :_
Satu langkah yang seyogyanya diperhatikan dalam studi bidang apapun adalah memahami apa yang diplajari. Pemahaman ini penting artinya sebagai karangka acuan,orientasi, dan penentuan langkah strategis. dalam analisis taufik Abdullah, memang terdapat kegamangan dalam penelitian agama. Secara metodologis, penelitian agama akan mengalami kesulitan untuk memosisikan antara dirinya dan masyarakat yang ditelitinya, meskipun ia merupakan bagian dari masarakat dannilai social yang diteliti tersebut.menurut taufik Abdullah, agama sebagai sarana kajian dapat dikategorikan mennjadi tiga, yaitu agama sebagi doktrin, dinamika dan struktur masarakat yang dibentuk oleh agama, dan sikap masarakat pemeluk terhadap doktrin. Metode merupakan caramengerjakan sesuatu (a way of doing something). Sementara pendekatan adalah cara memperlakukan sesuatu (a way of dealing with samething). dengan demikian, titik pembeda antara metode dengan pendekatan adalah pada aspek perlakuan terhadap objek. Sementara metodologi berasal dari tiga kata yunani, yaitu meta, hetodos, dan logos. Meta berati menuju, melalui, dan mengikuti. Hetotodos berati jalan atau cara. Maka kata metodos (metode) berati jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai sesuatu. Adanya tujuan akan memudahkan kepada siapa pun yang sedang melakukan sebuah kegiatan atau usaha untuk mencapainya.
Sejarah awal
perkembangan studi islam, studi islam di dunia barat, studi islam didunia
timur, dan studi islam di Indonesia. Sesungguhnya sudah berlangsug sejak awal
pertumbuhan islam, yakni pada masa nabi muhamad saw. Apa yang dilakukan oleh
nabi dan para sahabatnya dari waktu ke waktu merupakan bentuk studi islam yang
sesungguhnya. studi islam di barat pada bagian ini secara sederhana di
klompokan menjadi dua bagian. Pertama, membahas tentang sejarah dan
dinamikaperkembangan studi islam di negeri barat yang dilakukan oleh para
mahasiswa Indonesia berserta beberapa tokoh yang memiliki peran penting.
Kedua, kondisi studi islam di beberapa universitas di negeri barat.
Ditinjau dari perspektif sejarah, setudi yang dilakukan oleh orang Indonesia di
barat sudah berlangsung cukup lama. Studi di baratyang dilakukan pada masa itu
lebih dilatarblakangi oleh kepentingan politis pemerintah colonial belanda.
Tokoh lain yang memiliki peranan penting dalam studi islam di barat ialah A. Mukti
Ali. Studi islam di negeri belanda dilakukan di beberapa universitas
pada fakultas-fakultas tertentu. Memang disana tidak ada fakultas khusus yang
memplajari agama islam, tetapi islam diplajari dalam kerangka berbagai disiplin
ilmu. Jika dicermati pada dinamika dan perkembangan yang terjadi. Studi islam
di barat semenjak abat ke-19 hingga sekarang ditandai oleh—paling tidak—tiga
model pendekatan. Pertama, studi islam dengan pendekatan
filosofis. Kedua, dengan pendekatan ilmiah. Ketiga, dengan pendekatan
fenomenologi. Hampir sama dengan studi islam di barat , studi islam di
negeri-negeri timur juga bervariasi. Setudi islam di Indonesia sebenarnya telah
berlangsung cukup lama. Namun demikian, format, orientasi, dinamika dan
perkembanganya terus berkembang.
Secara
etomologis, kata al-qur’an merupakan mashdar dari kata qa-ra-a, yang
berati “bacaan,” dan “apa yang tertulis padanya”. Al-qur’an adalah kitap sarat
dengan kandungan, mulai hukum, akidah, etika, hubungan social dan sebagainya,
pada dasarnya mengandung pesan-pesan: masalah tauhid, masalah ibadah, masalah
janji dan ancaman, jalan menuju kebahagian, riwayat dan cerita. Asbab
al-nuzul adalah hal-hal yang diungkapkan atau dijelaskan hukumnya oleh suatu
ayat atau beberapa ayat pada saat ayat itu diturunkan.
Secara bahasa,
hadits berati jadid, lawan dari qodim,artinya yang baru. Selain
itu juga berati qorib, berati yang dekat, yang belum lama terjadi. Juga
berati khabar, yang brati warta. Peroses penyampaian hadist yang dilakukan oleh nabi
pada awalnya berlangsung secara alamiah dan apa adanya.
Secara garis
besar filsafat dibagi menjadi tiga, yaitu epistemology, ontologi, dan
aksiologi. Secara bahasa , bayani bermakna sebagai penjelas, pernyatan,
ketetapan. Sedangkan secara terminologis, bayani berati pola piker yang
bersumber pada nash, ijma’, dan ijtihad. Jika dikaitkan dengan epistimologi,
maka pengertianya adalah studi filosofis terhadap struktur pengetahuan yang
menepatkan teks (wahyu) sebagai sebuah kebenaran mutlak. ‘irfani dalam bahasa
arab semakna dengan ma’rifah yang diartikan dengan al-‘lim.
Berbeda dengan kedua epistemology sebelumnya, sumber epistemology ‘irfani
adalah intuisi.
Ditinjau
darisisi etimologi, kata sejarah berasal dari bahasa arab syajarah (pohon)
dan dari kata history dalam bahasa inggris berati cerita atau kisah.
Fenomenologi merupakan salah satu pendekatan yang unik di antara banyak pendekatan dalam studi islam. Apa yang menjadi
objek studi fenomenologi adalah perbedaan berbagai bidang objek, yang disbut neomata,
yaitu ciri-ciri yang membuat kesadaran orang menjadi kesadaran objek-objek.
Kata hermeneutik
berasal dari kata kerja yunani hermeneuien
yang berati mengartikan, menafsirkan, menerjemahkan, bertindak sebagai penafsir.
Sosiologi adalah ilmu yang meplajari kehidupan manusia dalam tata kehidupan
bersama. Asumsi dasar pendekatan sosiologi terhadap agama adalah bahwa
gejala-gejala keagamaan dapat dimengrti dengan menganalisisnya sebagai gejala
social, sebagai sesuatu yang tercipta dalam hubungan antara manusia dan
karenanya dapat dijelaskan dengan mengunakan teori-teori yang berlaku dalam
ilmu social. Dalamkaitan ini, ada beberapa teori sosial yang dapat digunakan
sebagai pendekatan dalam melakukan kajian atau penelitian islam, 1.
fungsionalisme structural, 2. tindakan, 3. Teori konflik, dan 4. Teori
perubahan sosial.
Hubungan
sosial antar umat manusia membuka dua pilihan; harmoni atau konflik.
Fundamentalisme menjadi wancana yang balakangan memperoleh perhatian secara luas. Ada beragam
penilaian dan perspektif dalam memahami fenomena fundamentalisme. Wancana
hak-hak asasi manusia (HAM) selalu menjadi topic yang menarik. Berbagai
persoalan yang timbula di Negara-negara eropa, asia maupun afrika selalu sarat
dengan persoalan HAM.
Kata
“demokrasi” merupakan salah satu bentuk simbul dari modernisasi yang dicapai
Negara-negara barat setelah mengalami abad renaissance (pencerahan).
Demokrasi ini juga sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap kekuasaan raja
yang bersifat theokraktik despotik pada saat itu.
Kelebihan
buku ini sangat kongrit dan penjabar sangat luas, dalam menerangkan segala
sesuatu dalam isi buku ini. Kekurangan buku ini terletak pada kertas dan
tulisan kurang memenuhi target pada buku tersebut.
Saya anjurkan
kepada anda untuk membaca buku ini, karena buku ini sangat berpengaruh bagi
lingkungan masyarakat dan lingkungan hidup kita, semoga dengan membaca buku ini
anda mendapat wawasan yang luas dan berguna bagi ligkungan di sekitar anda dan
masyarakat. Semoga sukses.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar